KesalahPahaman Mengenai Kopi

KesalahPahaman Mengenai Kopi

KesalahPahaman Mengenai Kopi

Kopi merupakan minuman paling populer di seluruh dunia. Banyak orang yang menyukai jenis minuman ini, tetapi sebaliknya ada juga orang yang tidak menyukai minuman kopi. Banyak isu yang beredar tentang kopi ini, berikut ad beberapa kesalahpahaman mengenai kopi.

1. Ketinggian
Jenis kopi Arabika umumnya selalu diukur kastanya dari ketinggian lahan. Bisa saja itu benar, tetapi bisa saja itu keliru. Kopi bukan lah ditentukan dari tingginya lahan yang menanami tanaman kopi. Secara Alami, kopi arabika tumbuh baik diatas ketinggian 1000 mdpl. tapi itu bukanlah ukuran saklek. Dibeberapa daerah, Kopi jenis ini tumbuh dengan baik di ketinggian 700 dan 800 mdpl.

Cita rasa kopi arabika tidak selalu identik dengan ketinggial lahan yang menanami tumbuhan jenis ini, Selain ketinggian lahan, iklim, kesuburan tanah, dan tentunya saja perawatan pohon kopi. Kopi yang tumbuh di ketinggian 1.500 mdpl, belum tentu bisa lebih baik dari ketinggian 1000 mdpl. semua bergantung pada beberapa faktor tersebut.

2. Robusta dengan Arabika
Robusta dan Arabika bukan lah saling beradu soal rasa, memangsi rasa menjadi salah satu ukuran terpenting dalam menentukan mana yang lebih baik. Tetapi soal rasa itu tergantung pada selera masing-masing orang. Kemaren ad yang menjual kopi dengan harga tinggi, ternyata lahan tersebut ditanami robusta. Loh kok bisa tinggi harganya?

Memang dipasaran harga robusata dijual diatas rata-rata. Tapi sudah terjual, dikarenakan di berbagai daerah robusta sudah di olah dengan baik okleh beberapa pabrikan setempat, dan dijual secara masal. Robusata bisa dipetik merah tetapi karakter dompolan susah untuk dipetik saru per satu. Itu satu menjadi satu persoalan.

Kesalahpahaman lain soal robusta dan arabika, adalah memaksakan ketinggian. Kalau sudah di atas 1200 mdpl, dan baru mau menanam, ya tanam saja arabika. Robusta tumbuh di ketinggian tersebut. Tapi tidak terlalu baik. Terus kenapa dipaksakan?

Sebaliknya, karena “demam arabika”, banyak pohon robusta ditebang dan digantikan arabika. Padahal di ketinggian lahan: 700-an. Ini juga tidak baik. Kecuali, memang dari sisi iklim, kesuburan lahan, dan kerajinan petani, bisa dimaksimalkan. Tapi kenapa sih harus dipaksakan?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *