Menyeduh kopi yang nikmat ternyata dapat dilihat dari jenis kopinya, cara pengolahan, dan penyimpanannya. Berikut serba-serbi kopi yang perlu diketahui semua orang:

1. Terdapat dua jenis kopi di pasaran. Kopi yang dianggap berkualitas dan terbaik adalah jenis kopi Arabica yang tumbuh di dataran tinggi. Sedangkan Robusta merupakan jenis kopi yang tumbuh di dataran rendah dan kualitasnya tak sebaik Arabica. Biasanya Robusta dijadikan bahan utama pembuatan kopi instan.

2. Kopi mudah menyerap kelembapan dan bau di daerah sekitarnya. Pastikan membeli kopi dalam kemasan yang masih tertutup rapat untuk menjamin kesegaran aromanya.

3. Kopi dijual dalam bentuk biji, baik yang mentah atau yang dipanggang, dan dalam bentuk bubuk. Pilihlah yang masih berbentuk biji dan giling secukupnya. Kopi bubuk kurang berkualitas karena mudah kehilangan aroma.

4. Jika membeli kopi dalam bentuk biji, setelah digiling secukupnya dan simpan sisanya dalam bentuk biji di freezer dan dapat bertahan hingga satu tahun. Sedangkan untuk bentuk bubuk simpan dalam wadah tertutup dan hindarkan dari sinar matahari langsung.

5. Banyak alat pembuat minuman kopi, dari mulai alat kopi tetes hingga mesin kopi elektrik. Namun, menyeduh kopi langsung dengan air mendidih tetap menghasilkan kualitas terbaik. Gunakan air yang baru mendidih dan jangan pernah membuat minuman dari ampas kopi, karena kopi hanya untuk sekali seduh.

6. Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan kopi. Espresso adalah kopi hitam Italia dan disajikan dalam cangkir kopi mungil (demi-tasse). Cappuccino merupakan kopi hitam Italia yang diberi tambahan busa dari susu cair yang diuapkan (steamed milk). Sedangkan Café au Lait adalah kopi khas Prancis yang dicampur dengan susu cair dalam jumlah yang seimbang.

7. Nikmati kopi segera setelah dibuat agar aroma dan rasanya masih sempurna. Untuk pelengkap, acara minum kopi ini bisa disajikan bersama cake atau kue kering. Selamat menikmati kopi.

Ciri Kopi Robusta

Kopi Robusta memiliki ukuran biji kopi yang besar, bentuknya oval,tinggi kafein dan memiliki aroma yang kurang harum.
Robusta dapatt dikembangkan dalam lingkungan dimana arabika tidak akan tumbuh..

Kopi Robusta (Coffee robusta Lindl ex DeWild)
Nama Ilmiah Coffee robusta lindl ex dewild.
Klasifikasi :
Divisi Spermatophyta
Subdivisi Angiospermae
Kelas Dicotyledoneae
Bangsa Rubiales
Suku Rubiaceae
Marga Coffea

Ciri ciri :
Habitus : perdu,tahunan,tinggi 5 meter.
Batang : Berkayu,keras,putih keabuabuan.
Daun : tunggal,bulat telur,panjang 5-15 cm,lebar 4-6.5 cm.
Bunga : majemuk,mahkota berbentuk bintang
Buah : diameter 5 mm,warna hijau setelah tua kemerahan.
Biji : bulat telur, berbelah dua,keras
Akar: tunggang,kuning muda.
* VARIETAS KOPI ROBUSTAVariestas kopi robusta yang terkenal adala Kopi Luwak dari Indonesia dan Kape Alamid dari Filipina.

Kopi Indonesia

kopi Indonesia, siapa yang tidak pernah minum kopi apalagi anda orang yang bekerja dikantoran. Biasanya kopi merupakan teman satu-satunya yang akan menemanin anda saat bekerja agar tidak ngantuk.Benar gak??

Apakah anda pernah tau kopi indonesia saat ini mempunyai pasaran internasional. Bagi yang ingin tahu lebih lanjut Berikut dibawah akan kita bahas kopi Indonesia di mata dunia dan asal usul kopi.

Produksi Kopi di Indonesia

kopi Indonesia saat ini mempunyai peringkat ketiga paling besar di dunia dari segi produksinya. kopi Indonesia memiliki sejarah panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat di Indonesia. Indonesia sendiri diberkati dengan letak geografisnya yang sangat cocok di fungsikan sebagai lahan perkebunan kopi itu semua karena letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi.

Asal Usul Kopi

Pada era Tanam Paksa atau Cultuurstelsel (1830—1870) masa penjajahan Belanda di Indonesia, pemerintah Belanda membuka sebuah perkebunan komersial pada koloninya di Hindia Belanda, khususnya di pulau Jawa, pulau Sumatera dan sebahagian Indonesia Timur. Jenis kopi yang dikembangkan di Indonesia adalah kopi jenis Arabika yang didatangkan langsung dari Yaman. Pada awalnya pemerintah Belanda menanam kopi di daerah sekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi, Bogor, Mandailing dan Sidikalang. Kopi juga ditanam di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra, Sulawesi, Timor dan Flores. Pada permulaan abad ke-20 perkebunan kopi di Indonesia mulai terserang hama, yang hampir memusnahkan seluruh tanaman kopi. Akhirnya pemerintah penjajahan Belanda sempat memutuskan untuk mencoba menggantinya denga jenis Kopi yang lebih kuat terhadap serangan penyakit yaitu kopi Liberika dan Ekselsa. Namun didaerah Timor dan Flores yang pada saat itu berada di bawah pemerintahan bangsa Portugis tidak terserang hama meskipun jenis kopi yang dibudidayakan disana juga kopi Arabica.
Biji kopi yang telah digoreng

Pemerintah Belanda kemudian menanam kopi Liberika untuk menanggulangi hama tersebut. Varietas ini tidak begitu lama populer dan juga terserang hama. Kopi Liberika masih dapat ditemui di pulau Jawa, walau jarang ditanam sebagai bahan produksi komersial. Biji kopi Liberika sedikit lebih besar dari biji kopi Arabika dan kopi Robusta. sebenarnya, perkebunan kopi ini tidak terserang hama, namun ada revolusi perkebunan dimana buruh perkebunan kopi menebang seluruh perkebunan kopi di Jawa pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya.

Status Industri Saat Ini

Robusta menggantikan kopi Liberika. Walaupun ini bukan kopi yang khas bagi Indonesia, kopi ini menjadi bahan ekspor yang penting di Indonesia.

Bencana alam, Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan – semuanya mempunyai peranan penting bagi kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-20 perkebunan kopi berada di bawah kontrol pemerintahan Belanda. Infrastruktur dikembangkan untuk mempermudah perdagangan kopi. Sebelum Perang Dunia II di Jawa Tengah terdapat jalur rel kereta api yang digunakan untuk mengangkut kopi, gula, merica, teh dan tembakau ke Semarang untuk kemudian diangkut dengan kapal laut. Kopi yang ditanam di Jawa Tengah umumnya adalah kopi Arabika. Kopi Arabika juga banyak diproduksi di kebun-kebun seperti (Kayumas, Blawan, Kalisat/Jampit)di Bondowoso, Jawa Timur. Sedangkan kopi robusta di Jawa Timur, banyak diproduksi dari kebun – kebun seperti Ngrangkah Pawon (Kediri), Bangelan (Malang), Malangsari, Kaliselogiri (Banyuwangi). Di daerah pegunungan dari Jember hingga Banyuwangi terdapat banyak perkebunan kopi Arabika dan Robusta. Kopi Robusta tumbuh di daerah rendah sedangkan kopi Arabika tumbuh di daerah tinggi.

Setelah kemerdekaan banyak perkebunan kopi yang diambil alih oleh pemerintah yang baru atau ditinggalkan. Saat ini sekitar 92% produksi kopi berada di bawah petani-petani kecil atau koperasi.